- Musrenbang Kecamatan Junjung Sirih 2025: Fokus pada Pembangunan Prioritas
- Gerak Cepat Pelayanan Publik, Bupati Solok Lantik Direktur RSUD Arosuka
- Rapat Koordinasi Digelar, Sekda Medison : Seluruh Jajaran OPD Sampai Ke Tingkat Nagari Loyal dan Dukung Penuh Visi Misi Kepala Daerah
- Bupati Dan Wakil Bupati Solok Kembali ke Solok Usai Retret Kepala Daerah di Malang
- Bupati dan Wakil Bupati Beserta Jajaran Pemda Kabupaten Solok Awali Bulan Ramadhan dengan Buka Puasa Bersama Masyarakat
- Dilanda Banjir, Respon Cepat Kab Solok Kirim Bantuan
- Call To Service Season 1: KIA Tertib, NISN Valid, Pemkab Solok Libatkan Guru SD dan TK
- Musda XIV KNPI Kabupaten Solok: Momentum Pemuda Mewujudkan Perubahan
- Pasca Dilantik, Wabup Solok Candra Pimpin Apel Gabungan Perdana Di Lingkungan Pemkab Solok
- RAPAT KOORDINASI PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK
Tingkatkan Perekonomian Petani Tomat Pemkab Solok Adakan FGD Bersama UNP
Keterangan Gambar : Tingkatkan Perekonomian Petani Tomat Pemkab Solok Adakan FGD Bersama UNP
(Arosuka)-Kominfo. Dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi dari sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Solok melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang pelaksanaan kegiatan pengembangan inovasi dan hilirisasi produk berbasis tomat yang berwawasan lingkungan pada masyarakat petani di Kecamatan Lembah Gumanti. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM di Aula Kantor Kesbangpol pada Selasa (24/11). Turut hadir Asisten Koordinator Ekbangkesra Medison, Kepala Barenlitbang Erizal, Kepala DPMN Ferisnovel, Kadis Perikanan dan Pangan Admaizon, Kadis DKUKMPP Eva Nasri dan Camat Lembah Gumanti Zaitul Ikhlas. Selain itu, juga turut serta dalam kegiatan Wakil Rektor UNP Prof. Dr. Yasri, MS, Ketua Prodi S3 Lingkungan & Pembangunan FE UNP Prof. Dr. Hasdi Aimon, M.Si, beserta Tim Ahli Kegiatan yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si, Dr. Syamwil, M.Pd, dan Drs. Zul Azhar, M.Si.
Baca Lainnya :
- Pemda Kabupaten Solok Laksanakan Rakor Monev MCP dan Verifikasi Lapangan0
- Bupati Lantik Pengurus KONI Kabupaten Solok0
- Tim Penilai Kompetensi dan Transprasi Dana Desa Tingkat Propinsi  Sambangi Kabupaten Solok0
- Bupati Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Tingkat Kabupaten Solok0
- Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2020 Berlangsung Khidmat0
Diawal sambutannya Bupati menyebutkan, sektor pertanian merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi dan masyarakat secara umum, serta merupakan sektor yang handal dan mampu bertahan dalam krisis dan berperan sangat besar dalam perekonomian nasional. Kontribusi sektor pertanian di Kabupaten Solok saat ini mencapai 39.66% terhadap PDRB Kabupaten Solok. 15.03% merupakan kontribusi dari tanaman pangan dan sayuran. Bupati juga menyampaikan, sektor pertanian yang potensial di Kabupaten Solok adalah sub sektor pertanian tomat, maka sub sektor tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani tomat. Akan tetapi masalah yang dihadapi tomat saat panen raya adalah harga tomat yang murah dan tidak menutup biaya produksi. Maka dari itu, kegiatan kerjasama ini kita diharapkan mampu mencarikan solusi dalam memecahkan masalah, agar petani tomat tidak merugi saat panen raya, salah satunya ialah dengan mencarikan hilirisasi produk berbasis tomat atau produksi olahan tomat. Bupati menilai, semakin banyak hilirisasi produksi berbasis tomat, akan membuat petani lebih bergairah untuk tetap memproduksi tomat dikarenakan sudah ada jaminan ketersediaan pasar. Diakhir sambutannya Bupati menyampaikan terimakasih kepada pihak UNP yang telah menjadikan daerah di Kabupaten Solok sebagai wilayah pengembangan inovasi dan hilirisasi tomat.
Prof. Dr. Yasri, MS pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa, kegiatan inovasi dan hilirisasi tomat yang berwawasan lingkungan pada masyarakat petani di Kabupaten Solok ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani tomat di Kabupaten Solok melalui beberapa langkah. Langkah tersebut diantaranya; melakukan penyuluhan tentang diversifikasi produksi tomat dengan hilirisasi produk berbasis tomat, serta pengembangan keterampilan membuat produk berbasis tomat yang berdaya saing ekspor dan berwawasan lingkungan. Selain itu juga untuk meningkatkan pendapatan petani melalui pelatihan membuat jenis produk berbasis tomat.
Berbagai Macam Produk Olahan Tomat
Diantara pemecahan masalah yang dilakukan, semuanya dilakukan untuk meminimalisir kerugian petani saat panen. Pemecahan masalah tersebut antara lain dengan mencarikan hilirisasi produk berbasis tomat, melatih masyarakat petani tomat dan home industry untuk menambah pengetahuan dan keterampilan menaikkan nilai tambah produksi tomat dengan berbagai inovasi, membantu masyarakat dengan alat-alat yang dibutuhkan untuk pelatihan, menyediakan instruktur penyelesaian masalah, merancang desain produk berbasis tomat agar berdaya saing dan bernilai tinggi, serta membentuk sentra-sentra produk untuk mengumpulkan tomat agar bisa diekspor ke wilayah lain. Salah satu inovasi / hilirisasi yang akan dilakukan ditahap awal ini ialah dengan mengolah tomat menjadi 3 jenis produk seperti saos tomat, selai tomat dan dodol tomat. Selain itu, Yasri menyebutkan hal yang tidak kalah pentingnya adalah memperkuat jaringan untuk memasarkan hasil produksi nantinya. Maka dari itu, Yasri berharap agar seluruh unsur terkait, bersama pemerintah daerah dapat mendukung penuh kegiatan ini. (admin)
