- Pemkab Solok Gelar Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Tahun 2026
- Pemkab Solok Terima Kedatangan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang
- Kasat Pol PP dan Damkar Asril Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin Kepada ASN
- Bupati Solok Ikuti Rakernas XVII APKASI Tahun 2026
- Wakil Bupati Solok Jadi Pembina Upacara dan Resmikan SPPG di Sariak Alahan Tigo
- Bupati Solok Tinjau PT Tirta Investama AQUA Solok
- Wabup Solok Pantau Langsung Normalisasi Batang Saniangbaka, Antisipasi Banjir Susulan
- Bupati dan Wakil Bupati Solok Resmi Dilantik Sebagai Ketua Mabicab dan Ketua Kwarcab 0302 Gerakan Pramuka Kabupaten Solok Masa Bakti 2025–2030
- Bupati Solok Dampingi Sestama BNPB Tinjau Hunian Tetap di Saniang Baka dan Muaro Pingai
- Pemkab Solok Serahkan Dokumen R3P kepada BNPB pada Rakor Sinergitas R3P Sumbar 2025
Pemkab Solok dan MUI Gelar Rapat Bahas Peran Masjid Hadapi Penyakit Masyarakat

Arosuka (Diskominfo) - Pemerintah Kabupaten Solok bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Setda, Gedung C, Rabu (01/10/2025). Kegiatan ini membahas penguatan peran masjid dalam menangani berbagai penyakit masyarakat, seperti narkoba, perilaku LGBT, dan aliran menyimpang.
Rapat dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, Ketua MUI Sumbar Dr. H. Gusrizal Gazahar Ketua MUI Kab. Solok Aprijal Harun, serta para Camat, Wali Nagari, alim ulama, dan perwakilan Kemenag Kab. Solok.
Dalam sambutannya, Wabup Candra menegaskan pentingnya fungsi masjid sebagai benteng moral di tengah makin maraknya penyakit sosial.
“Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tapi harus jadi pusat dakwah, pendidikan, dan kontrol sosial. Kita tidak boleh lelah mencari solusi,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rakorda sebelumnya di Gedung Solok Nan Indah. Bahkan, Ia juga telah berdiskusi dengan tiga mantan Bupati Solok untuk menyatukan persepsi dan strategi.
“Kita sepakat menyusun regulasi bersama, termasuk lewat Peraturan Nagari. Contohnya, di Paninggahan sudah 24 tahun tidak boleh ada hiburan malam orgen tunggal. Ini bentuk kearifan lokal yang efektif menjaga moral masyarakat,” tambahnya.
Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Solok menambahkan, pihaknya kini tengah fokus memperkuat 372 masjid dan 856 mushalla yang ada di wilayah tersebut.
“Masjid harus ramah perempuan, lansia, disabilitas, hingga musafir. Kita ingin masjid jadi pusat peradaban umat,” ujar perwakilan Kemenag.
Kemenag juga mendorong agar masjid-masjid di jalan lintas dijadikan percontohan untuk pelayanan ibadah yang inklusif dan nyaman bagi semua jamaah.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Solok menyebut kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen bersama antara ulama dan pemerintah dalam memperbaiki kondisi sosial masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemkab Solok atas dukungan penuh kegiatan ini. Ini bukti nyata kolaborasi ulama dan umara,” kata perwakilan MUI.
Acara ini diikuti 76 peserta dari MUI, Muhammadiyah, Tarbiyah, dan NU, serta tokoh-tokoh dari tingkat kecamatan dan nagari. MUI juga menghadirkan dua narasumber, yakni Huriyatul Akmal, M.Si dari UIN Imam Bonjol Padang dan Buya Gusrizal Gazahar dari MUI Provinsi Sumbar.
“Ilmu dari para narasumber harus jadi bekal dan pedoman dalam pembinaan masjid di lapangan. Kita harus bergerak bersama dan berkelanjutan,” tutupnya.



















































