- Pimpin Apel Pagi, Wabup Sampaikan Ucapan Belasungkawa Atas Berpulangnya Bupati Solok Periode 2016-2021 H. Gusmal, Dt. Rajo Lelo
- Wabup Solok Ajak ASN Maksimalkan Ibadah Ramadhan, Siapkan Program Umroh Gratis bagi Pegawai Berprestasi
- Tim Kementerian PUPR Lakukan Survei Kerusakan Fasilitas Umum di Kabupaten Solok, Pemkab Pastikan Data Akurat dan Siap Dampingi Lapangan
- Pesan Menkomdigi di HPN : Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
- Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro, Wujudkan Gerakan Solok Bersih
- Bupati Solok Salurkan Bantuan 1.000 Seragam Sekolah dan Peralatan Kerja Bersama PMI Sumbar dan PMI Kabupaten Solok untuk Korban Banjir di Junjung Sirih
- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
TBM Taman Ilmu H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar Wakili Sumbar dalam Lomba Perpustakaan Nasional

Arosuka, Diskominfo – Tim Penilai dari Perpustakaan Nasional melakukan visitasi ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Taman Ilmu H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian dalam rangka Lomba Perpustakaan Masyarakat Tingkat Nasional Tahun 2025.
TBM Taman Ilmu H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar menjadi wakil Provinsi Sumatera Barat dalam ajang bergengsi tersebut. Tim Penilai dari Perpustakaan Nasional terdiri atas Maman Suherman, Endang Tri Hastuti, Arin Verrinca, dan Nurul Asuwana.
Kedatangan tim disambut secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Solok yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Syafrudin. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok, Zulmarnus, Camat X Koto Diatas Amizal, Wali Nagari Paninjauan Hardi Kardanus, Ketua KAN Paninjauan Yuswardi Dt. Majo Indo, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Zulmarnus, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Tim Penilai dan menyatakan bahwa TBM Taman Ilmu H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar merupakan TBM terbaik di Kabupaten Solok.
Sementara itu, Bupati Solok melalui sambutan yang dibacakan oleh Syafrudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola TBM yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Pemerintah Kabupaten Solok, lanjutnya, memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengelola TBM, terutama kepada inisiator pendiriannya.
“Pemerintah Kabupaten Solok berharap TBM tidak hanya menjadi tempat membaca, namun juga menjadi pusat literasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Syafrudin.
Dalam sesi presentasi, Pengelola TBM, Esi, menjelaskan sistem pengelolaan yang diterapkan di TBM Taman Ilmu H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar. Menurutnya, keberhasilan TBM tidak lepas dari kolaborasi antara ahli waris H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar, pemerintah nagari, KAN, serta masyarakat.
Lebih dari sekadar taman bacaan, TBM ini juga telah berkembang menjadi pusat literasi. Salah satu program inovatif yang telah dilaksanakan adalah pemanfaatan limbah kopi menjadi sabun berbahan dasar kulit kopi, hasil kerja sama dengan dosen dari Universitas Negeri Padang (UNP).
Ketua Tim Penilai, Maman Suherman, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa TBM Taman Ilmu Abdul Moeis Hj. Syamsiar telah berhasil masuk sebagai nominator tingkat nasional dari lebih dari 2.000 TBM di seluruh Indonesia.
“Tidak mudah untuk menjadi nominator tingkat nasional. Ada delapan indikator utama dan 26 poin penilaian yang harus dipenuhi. Taman Ilmu ini berhasil lolos karena memiliki keunikan dan memenuhi seluruh persyaratan yang kami tetapkan,” ungkap Maman.
Visitasi ini menjadi momen penting bagi TBM Taman Ilmu H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan literasi nasional, serta membuktikan bahwa taman bacaan masyarakat bisa menjadi pusat inovasi dan transformasi sosial di tingkat nagari. (Admin)



















































