- Pemkab Solok Ikuti APKASI Otonomi Expo 2025, Angkat Potensi Unggulan Daerah
- BPS Kabupaten Solok Gelar Rapat Kolaborasi Data Sosial Ekonomi Nasional
- Pemkab Solok Apresiasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang Digelar UNP Sijunjung
- Wakil Bupati Solok Berikan Motivasi Kepada Siswa MAN 3 Solok untuk Raih Cita-Cita Tinggi
- Bupati Solok Buka Seminar Pendidikan Agama Islam : Antara Harapan dan Tantangan
- Bupati Solok Tutup Secara Resmi Safari Berburu Hama Tanaman se-Sumatera Barat
- Bupati Solok Launching Program MBG di SDN 06 Guguak Sarai
- Temu Ramah Mahasiswa KKN Rangkiang Luluih : Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Nagari untuk Kemajuan Daerah
- Pemerintah Kabupaten Solok Gelar Audiensi Bersama FKPS : Bahas Kejelasan Status Penjaga Sekolah
- Bupati Solok Kunjungi Warga yang Membutuhkan Bantuan di Jorong Lurah Ingu
Sambangi Kemenko Polhukam, Bupati Epyardi Asda Jemput Bola Atasi Persoalan Blank Spot Di Kabupaten Solok
.jpeg)
Arosuka-(Kominfo). Dalam upaya mengatasi permasalahan blank spot di wialayah Kabupaten Solok, Bupati Epyardi asda langsung menyambangi dan jemput bola ke Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi dan Aparatur, pada Selasa (1/11/2022) di Jakarta.
Baca Lainnya :
- Bupati Solok Epyardi Asda Tindak Lanjuti Aspirasi Karyawan Aqua Kayu Aro.0
- Bupati Solok Epyardi Asda resmikan Pasar Nagari Batang Barus dan Launching Excavator di Nagari Batang Barus.0
- Pemkab Solok Gelar Rapat Evaluasi Pengendalian Pembangunan Kabupaten Solok.0
- Bupati Solok Membuka Secara Resmi Acara Gowes Salingka Danau Dan Festival Kesenian.0
- Bupati Solok Melepas secara Resmi Pesrta Gowes Salingka Danau0
Dalam
kesempatan itu, Bupati Solok didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Solok Teta Midra dan Kepala Bidang Aptika dan Persandian, Anton
Hutavea.
Sementara dalam penyampaian keluhan yang
dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Solok itu, Bupati Solok, disambut hangat
oleh Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Aparatur Kemenko Polhukam diwakili.
Kepala Bidang Telekomunikasi Kemenko
Polhukam, Atep Putu Anta, Direktur Telekomunikasi Kementerian Kominfo, Aju
Widya Sari, Executive Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara
Telekomunikasi (Aspimtel), Tommy Gustavi Utomo. Adapun dalam persoalan itu,
turut dihadiri sejumlah provider diantaranya PT.Telkomsel, PT.Indosat, PT XL
Asiata dan Smartfren.
Dijelaskan Bupati, bahwa masih terdapat
daerah-daerah blank spot atau tidak bersinyal di Kabupaten Solok, sehingga
masyarakat susah untuk berkomunikasi dengan hanphone, para pelajar yang during
atau mencari tugas di internet sulit.
Bahkan
sebut Bupati, untuk memenuhi kebutuhan itu, masyarakat ada yang rela harus naik
ke lokasi-lokasi yang tinggi seperti perbukitan hanya untuk mendapatkan signal.
“Di Kabupaten Solok, lebih kurang 24 nagari blank spot seperti di nagari-nagari
Kecamatan Tigo Lurah, Nagari Hiliran
Gumanti, seperti Sungai Abu dan Sariak Alahan Tigo, Nagari Pasilihan di
Kecamatan X Koto Diatas, serta beberapa wilayah lainnya,” terang Bupati.
Diakui
Bupati Epyardi, untuk saat ini untuk provider Telkomsel, di Kabupaten Solok
cukup tinggi pengguna internetnya. Maka yang sangat dibutuhkan adalah menara
Base Transceiver Station (BTS).
“Setiap
saya melakukan kunjungan ke Nagari-Nagari ke wilayah yang jangkauan sulit
signal, selalu menanyakan persoalan ini. Masyarakat kita sangat membutuhkan
itu, terutama para guru dan murid sekolah.
“Saya
berharap dari bapak dan ibuk yang hadir agar dapat mencarikan solusinya agar
tidak ada lagi blank spot di daerah kami ini. Dan untuk segala sesuatu yang
dibutuhkan, dalam upaya memberikan akses internet, kami (Pemkab Solok) siap
untuk menfasilitasi segalannya,” ungkap Bupati.
Menanggapi
persoalan itu, Direktur Telekomunikasi Kementerian Kominfo, Aju Widya Sari,
menyampaikan bahwa akan menindaklanjuti persoalan ini. “Mudah-mudahan nanti apa
yang menjadi keinginan Pemkab Solok dalam hal ini bisa terwujud,” katanya.
Dijelaskannya
daerah pedesaan yang sampai saat ini masih blnk spot, ada kurang lebih 12 ribu
desa tercatat mengalami hal yang sama. “Kita menargetkan membangun
infrastruktur untuk tranformasi digital diseluruh daerah 3T (tertinggal,
terdepan dan Terpencil) agar mendapatkan layanan seluler 4G, dan mempercepat
sebagaimana intruksi Presiden Joko Widodo,” jelas Aju Widya Sari, saat di
konfirmasikan usai membahas persoalan blank spot di Kabupaten Solok itu.
Dalam
kesempatan itu, Kepala Bidang Telekomunikasi Kemenko Polhukam, Atep Putu Anta,
mennyebutkan, bahwa pihaknya akan turun langsung secepatnya kesejumlah wilayah
yang disampaikan Bupati.
“Menanggapi
apa yang disampaikan bapak bupati, dalam waktu dekat ini, kita akan turun
langsung. Bila tidak ada halangan, pada tanggal 8 November 2022 ini, kita akan
melihat ke wilayah yang blank spot di Kabupaten Solok,” ucap Atep.
Dari
hasil survey tentang ketersediaan jaringan seluler di Kabupaten Solok,
Executive Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi
(Aspimtel), Tommy Gustavi Utomo, menyebutkan bahwa memang masih terdapat lokasi
atau wilayah di Kabupaten Solok belum terjangkau, namun untuk tahun 2023 ada
beberapa titik yang akan dibangun menara Base Transceiver Station (BTS).
“Ya.
Untuk 2023 akan ada beberapa titik akan dibangun menara BTS di Kabupaten Solok.
Soal dimana dan berapa jumlahnya, kita belum dapat menyampaikannya. Dan untuk
tahun 2022 ini sudah ada yang kita bangun yakni di Nagari Koto Laweh, Kecamatan
Lembang Jaya,” jelasnya. (Admin)
