- Pimpin Apel Pagi, Wabup Sampaikan Ucapan Belasungkawa Atas Berpulangnya Bupati Solok Periode 2016-2021 H. Gusmal, Dt. Rajo Lelo
- Wabup Solok Ajak ASN Maksimalkan Ibadah Ramadhan, Siapkan Program Umroh Gratis bagi Pegawai Berprestasi
- Tim Kementerian PUPR Lakukan Survei Kerusakan Fasilitas Umum di Kabupaten Solok, Pemkab Pastikan Data Akurat dan Siap Dampingi Lapangan
- Pesan Menkomdigi di HPN : Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
- Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro, Wujudkan Gerakan Solok Bersih
- Bupati Solok Salurkan Bantuan 1.000 Seragam Sekolah dan Peralatan Kerja Bersama PMI Sumbar dan PMI Kabupaten Solok untuk Korban Banjir di Junjung Sirih
- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
Tidak Sesuai Materi Sidang, Bupati Pilih Tinggalkan Ruang Sidang DPRD
(Arosuka)- Kominfo. Bupati Solok Epyardi Asda, M.Mar memilih meninggalkan ruang sidang pada saat pembukaan sidang paripurna yang dilaksanakan dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan Ranperda Perubahan APBD tahun anggaran 2021 dan penandatanganan berita acara persetujuan bersama, Jumat siang (24/09/21). Sidang yang sedianya dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB tersebut sempat di skors sampai pukul 14.00 WIB karena belum memenuhi kuorum sidang. Selain itu adanya beberapa persoalan internal DPRD yang belum selesai dan harus disepakati terlebih dahulu. Ditambah lagi dengan suasana awal beberapa saat setelah sidang dibuka, diwarnai dengan adanya interupsi dari salah seorang anggota DPRD yang hadir.
Baca Lainnya :
- Ketua TP-PKK Propinsi Sumbar Hadiri Acara Bimbingan Teknis serta Kegiatan Gerak PKK Kabupaten Solok Tahun 20210
- Ketua GOW Kabupaten Solok Hadiri Acara Sosialisasi SIPARAS dan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak0
- Bupati Terima Kunjungan Perwakilan BPN se-Kabupaten Solok0
- Bupati Epyardi Asda Hadiri Pisah Sambut Kepala BPTP Sumbar0
- Kontraktor Proyek PLTMH Gumanti 3 Kunjungi Bupati Solok0
Di ruang kerjanya, Bupati memberikan klarifikasi terkait langkahnya meninggalkan ruang sidang DPRD tersebut. Pihak eksekutif terpaksa menarik diri karena merasa kecewa dengan apa yang terjadi setelah beberapa saat sidang paripurna DPRD tersebut dibuka. ”Kami terpaksa harus menarik diri dan keluar dari ruang sidang, selain untuk menjaga agar suasana sidang tetap kondusif, juga karena apa yang terjadi saat sidang sudah di luar konteks materi sidang itu sendiri” ujar Bupati menjelaskan. Lebih lanjut Bupati menyampaikan, eksekutif diundang untuk menghadiri sidang paripurna dengan agenda yang sudah jelas sesuai dengan yang tertera dalam undangan kepada Bupati.
Bupati juga sangat menyayangkan hal tersebut harus terjadi. Menurutnya dalam undangan jelas-jelas tertera agenda sidang paripurna DPRD adalah dalam rangka penyampaian laporan hasil pembahasan Ranperda Perubahan tahun anggaran 2021, dan juga penandatanganan berita acara kesepakatan bersama eksekutif dan legislatif. Namun karena situasi yang terjadi sudah di luar konteks dan materi sidang, Bupati mengambil sikap untuk meninggalkan ruang sidang, sampai suasana sidang kembali kondusif, dan persoalan internal sesama anggota legislatif dapat diselesaikan.
Bupati juga menjelaskan Ia tidak ingin terlibat dalam kisruh internal yang terjadi di tubuh DPRD. “Apabila ada permasalahan di internal DPRD, sebaiknya para anggota legislatif dapat menyelesaikan persoalan tersebut terlebih dahulu, dan jangan sampai melibatkan pihak eksekutif” tutur Bupati. Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi pada saat agenda sidang paripurna selanjutnya. Bupati mengaku kecewa karena kejadian tersebut. Menurutnya, sidang kali ini merupakan agenda yang sangat penting dan menyangkut keberlangsungan penyelenggaraan program dan kegiatan pemerintah.
Kejadian semacam ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Karena bisa menumbuhkan ketidakpercayaan masyarakat baik kepada eksekutif maupun legislatif. Oleh karenanya Bupati menghimbau dan mengajak semua pihak agar bersama-sama saling bahu membahu membangun Kabupaten Solok menjadi lebih baik lagi. Bupati saat ini ingin berfokus kepada pencapaian program-program unggulan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Solok. (admin)



















































