- Pimpin Apel Pagi, Wabup Sampaikan Ucapan Belasungkawa Atas Berpulangnya Bupati Solok Periode 2016-2021 H. Gusmal, Dt. Rajo Lelo
- Wabup Solok Ajak ASN Maksimalkan Ibadah Ramadhan, Siapkan Program Umroh Gratis bagi Pegawai Berprestasi
- Tim Kementerian PUPR Lakukan Survei Kerusakan Fasilitas Umum di Kabupaten Solok, Pemkab Pastikan Data Akurat dan Siap Dampingi Lapangan
- Pesan Menkomdigi di HPN : Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
- Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro, Wujudkan Gerakan Solok Bersih
- Bupati Solok Salurkan Bantuan 1.000 Seragam Sekolah dan Peralatan Kerja Bersama PMI Sumbar dan PMI Kabupaten Solok untuk Korban Banjir di Junjung Sirih
- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
Bupati Solok Ikuti Vidcon Dengan Mendagri Terkait Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

( Arosuka ) – Kominfo. Bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Senin (24/01/2022), Bupati Solok H. Epyardi Asda, M.Mar didampingi dengan Pimpinan DPRD Kab. Solok Ivony Munir, Pj. Sekda Kabupaten Solok Medison, Assisten III Syahrial dan beberapa Kepala SKPD terkait mengikuti Raker dengan Kementerian Dalam Negeri secara virtual mengenai Pencegahan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam arahannya Mendagri Tito Karnavian menyampaikan korupsi ini selain berdampak pada individu itu sendiri juga berdampak pada sistim pemerintahan juga termasuk kepercayaan publik kepada pemerintah, maka dari itu tindak pidana korupsi harus kita tekan seminimal mungkin. Lebih lanjut Tito memaparkan faktor penyebab terjadinya tindak pidana korupsi paling tidak ada 3 hal utama yaitu Faktor Sistem seperti biaya politik yang tinggi dan rekrutmen ASN dengan imbalan yang kedua yaitu Faktor Integritas seperti moralitas dan mentalitas serta kurangnya kesejahteraan penyelenggara negara dan yang terakhir yaitu Faktor Budaya ( Cultur ) seperti praktek menyimpang dalam organisasi sehingga korupsi seolah menjadi tradisi dan pertemuan secara fisik yang berpotensi menimbulkan kerawanan korupsi.
Baca Lainnya :
- Bupati Solok Terima Audiensi Dewan Pembina APKASI di Bidang Pendidikan0
- 11 Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Dilantik0
- Pemkab Solok Laksanakan Pelatihan Peningkatan Motivasi Aparatur bagi Kasubag Umum dan Kepegawaian se-Kabupaten Solok0
- Sekda Medison Hadiri Rapat Paripurna Pengesahan Perda Kabupaten Solok 0
- Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Reses Masa Sidang III Tahun 20210
Sejalan dengan hal tersebut Ketua KPK Komjen Pol. Firli Bahuri dalam arahannya juga menyampaikan peran kira sebagai anak bangsa yaitu yang pertama tentu kita ingin mewujudkan tujuan negara yang kedua ialah menjamin stabilitas politik dan keamanan yang ketiga menjamin keselamatan masyarakat dari segala gangguan bencana dan pertumbuhan ekonomi, selanjutnya yaitu menjamin kepastia kemudahan investasi dan perizinan berusaha, yang terkahir menjamin keberlangsungan program pembangunan nasional. Di akhir sambutannya Ketua KPK mengajak kepada kepala daerah untuk mengelorakan semangat jihad melawan korupsi , dan dengan diadakannya raker ini kami berharap benar - benar menghasilkan yang positif dan tidak ada lagi kepala daerah yang terlibat dalam tindak pidana korupsi.(admin)



















































