- Pimpin Apel Pagi, Wabup Sampaikan Ucapan Belasungkawa Atas Berpulangnya Bupati Solok Periode 2016-2021 H. Gusmal, Dt. Rajo Lelo
- Wabup Solok Ajak ASN Maksimalkan Ibadah Ramadhan, Siapkan Program Umroh Gratis bagi Pegawai Berprestasi
- Tim Kementerian PUPR Lakukan Survei Kerusakan Fasilitas Umum di Kabupaten Solok, Pemkab Pastikan Data Akurat dan Siap Dampingi Lapangan
- Pesan Menkomdigi di HPN : Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
- Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro, Wujudkan Gerakan Solok Bersih
- Bupati Solok Salurkan Bantuan 1.000 Seragam Sekolah dan Peralatan Kerja Bersama PMI Sumbar dan PMI Kabupaten Solok untuk Korban Banjir di Junjung Sirih
- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
Wakil Bupati Solok Dampingi Gubernur Tinjau Longsor di Aia Dingin

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Solok Dampingi Gubernur Tinjau Longsor di Aia Dingin
(Arosuka)-Kominfo. Bencana longsor yang terjadi di Nagari Aia Dingin Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok pada Sabtu malam (18/04) yang lalu mengakibatkan jalur utama transportasi darat Solok- Solok Selatan terputus. Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin turun langsung mendampingi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, guna meninjau lokasi pasca terjadinya longsor, Kamis (23/04). Turut hadir Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Kota Padang Aidil Fiqri, Kepala Dinas PUPR Sumbar Fathol Bari, Kadis Perhubungan Sumbar Heri Noviardi, Kepala Satpol PP Sumbar Dedy Diantolani, Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman, serta Kabag Humas Kabupaten Solok Syofiar Syam.
Dalam kunjungannya, Irwan Prayitno beserta rombongan meninjau lokasi akses lalu lintas Kabupaten Solok – Solok Selatan yang putus total tersebut. Selain itu juga mengakibatkan dua rumah warga setempat terseret oleh material longsor. Diduga, longsor tersebut terjadi karena dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan itu sepanjang Sabtu kemarin. Hingga saat ini, jalan utama Kabupaten Solok - Solok Selatan belum kunjung bisa dilewati. Selain itu Dinas Pekerjaan Umum selama empat hari ini, sudah melakukan upaya pembersihan material longsor yang menimpa badan jalan dan rumah penduduk.
Baca Lainnya :
- Bupati Pimpin Apel Pelaksanaan PSBB di Kabupaten Solok0
- Pemda Kabupaten Solok Adakan Rapat Terkait Penerapan PSBB0
- Jumlah Warga Terkonfirmasi Positif Covid19 di Kabupaten Solok Bertambah0
- Setelah Beberapa Hari Dirawat, Pasien Covid19 Positif Kabupaten Solok Meninggal Dunia0
- TP PKK Kabupaten Serahkan Bantuan Masker Kepada TP PKK Kecamatan0
“Saat ini kita sedang melakukan pembersihan material, setelah itu akan dibangun jembatan darurat oleh pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional Propinsi”, ujar Yulfadri Nurdin saat diwawancara. Yulfadri berharap, pembangunan jembatan darurat tersebut dapat segera diselesaikan, namun mengingat cuaca yang tidak menentu dan seringnya turun hujan di wilayah tersebut, sehingga potensi longsor masih bisa terjadi lagi dan dapat menimpa jembatan tersebut. Solusi lain yang akan diupayakan Pemerintah Kabupaten Solok dalam waktu dekat adalah memanfaatkan jalur dari Jorong Sungai Abu, Air Dingin menuju Solok Selatan. Jalannya persis berada di bawah jalan nasional yang tertimbun material longsor tersebut. Akan tetapi Yulfadri meminta agar jalan itu hanya dilalui oleh pengendara roda dua saja.
Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Kota Padang Aidil Fiqri menjelaskan, hingga saat ini masih mengkaji untuk upaya mempercepat akses kendaraan agar bisa kembali normal. Longsoran yang terjadi cukup parah dan membuat jurang sedalam 23 meter, sehingga proses pengerjaan membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu, badan jalan yang habis diterjang longsor sepanjang 30 meter, yang kemudian ikut jatuh ke jurang, sehingga membentuk lubang yang dalam. Aidil juga menyebutkan, bahwa saat ini pihaknya telah menggunakan empat unit eskavator untuk proses pembuangan tanah yang menimbun (material longsor). “Karena jalan putus, kita cari solusi agar kendaraan bisa lewat, untuk keadaan darurat”, ujar Aidil diakhir laporannya. (admin)



















































