Breaking News
- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
- Rakor PKK dan Posyandu 2026 : Perkuat Sinergi Wujudkan Keluarga Sehat dan Berdaya di Kabupaten Solok
- Perolehan Tanah Ex HGU PT. Danau Diatas Makmur di Area Convention Hall Alahan Panjang
- Rapat Sosialisasi PPTPKH Tahun 2026
- Silaturahmi dengan Bank Nagari, Pemkab Solok Perkuat Sinergi Pembangunan dan Apresiasi Dukungan Penanganan Irigasi 6.000 Ha Sawah
- Pemerintah Kabupaten Solok Sambut Kedatangan Audiensi Yari – Eno School Finland Student Exchange
- Presiden Prabowo Tekankan Swasembada Pangan dan Energi dalam Rakornas Pusat-Daerah 2026
TP-PKK Kabupaten Solok Bersama Dinkes Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks

(Arosuka)-Kominfo. TP-PKK Kabupaten Solok bersama Dinas Kesehatan, menggelar sosialisasi deteksi dini terhadap penyakit kanker serviks kepada kader PKK kecamatan dan tenaga penyuluh kesehatan di Aula Pertemuan Hotel Taufina, Rabu (24/11/21). Sosialisasi ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada seluruh kader dan tenaga penyuluh kesehatan, agar dapat menyampaikan tentang bahaya kanker serviks kepada masyarakat, terutama dikalangan wanita rentan usia 30-50 tahun.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Emiko Epyardi, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Maryeti Marwazi, Kepala Bidang P2P dr. Meri Anwar. Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh sebanyak 42 orang perwakilan TP-PKK kecamatan, 8 orang perwakilan TP-PKK Kabupaten, dan 25 orang dari Dinas Kesehatan.
dr. Maryeti Marwazi dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Indonesia masih berada dalam urutan teratas jumlah penderita kanker serviks di Dunia. Oleh karena itu, setiap daerah di Indonesia wajib melakukan pendeteksian dini kanker serviks di seluruh fasilitas kesehatan dengan metode Inspeksi Visual asam Asetat, yang lebih sering kita kenal dengan IVA TEST. Selain itu juga sekaligus dilakukan pemeriksaan terhadap penyakit Payudara Klinis atau SADANIS.
" Tujuan dari sosialisasi ini adalah sekaligus memberikan pembekalan kepada para peserta untuk lebih memahami tentang bahaya dari penyakit tersebut. Diharapkan peserta juga dapat mensosialisasikan kembali kepada masyarakat luas, sehingga dapat menurunkan angka penyebaran kanker serviks dan kanker payudara, terutama dikalangan wanita usia 30-50 tahun, " sebut Maryeti.
Guna mencegah agar tidak mendapati gejala penyakit tersebut, masyarakat dihimbau untuk tidak merokok/ sedapatnya menghindari paparan asap rokok, beraktivitas atau berolahraga teratur minimal 30 menit dalam sehari, diet sehat dan seimbang, tidak mengkonsumsi alkohol serta istirahat yang cukup.
Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Emiko Epyardi dalam sambutannya menyebutkan bahwa penyakit kanker serviks menjadi ancaman yang menakutkan bagi kaum wanita.
Umumnya, penderita kanker serviks akan terbebani dengan biaya yang tidak sedikit, dan berpengaruh pada tingkat perekonomian keluarga. Selain itu juga sangat mempengaruhi sektor pembiayaan kesehatan oleh pemerintah.
"Saya berharap perlu bagi kita baik yang ada di PKK maupun di Dinas Kesehatan, untuk melakukan gerakan sosialisasi sekaligus melakukan pemeriksaan dini, sehingga perkembangan penyakit kanker serviks ini dapat ditekan, dan dapat dicegah sedari dini," ucap Ny.Emiko mengakhiri.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



















































