- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
- Rakor PKK dan Posyandu 2026 : Perkuat Sinergi Wujudkan Keluarga Sehat dan Berdaya di Kabupaten Solok
- Perolehan Tanah Ex HGU PT. Danau Diatas Makmur di Area Convention Hall Alahan Panjang
- Rapat Sosialisasi PPTPKH Tahun 2026
- Silaturahmi dengan Bank Nagari, Pemkab Solok Perkuat Sinergi Pembangunan dan Apresiasi Dukungan Penanganan Irigasi 6.000 Ha Sawah
- Pemerintah Kabupaten Solok Sambut Kedatangan Audiensi Yari – Eno School Finland Student Exchange
- Presiden Prabowo Tekankan Swasembada Pangan dan Energi dalam Rakornas Pusat-Daerah 2026
KDRT Tak Selalu Terlihat, GOW Kabupaten Solok Perkuat Peran Pencegahan dari Lingkungan Keluarga

Solok - Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kerap terjadi dalam senyap. Ia tidak selalu meninggalkan jejak yang tampak, namun dampaknya dapat merusak fisik, psikis, hingga masa depan korban, terutama perempuan dan anak. Kesadaran inilah yang mendorong Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Mushalla Komplek Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, Selasa (16/12).
Ketua GOW Kabupaten Solok, Ny. Lian Octavia Candra, menegaskan bahwa GOW mengambil peran strategis dalam upaya pencegahan KDRT karena persoalan ini sangat dekat dengan kehidupan keluarga.
“KDRT adalah sesuatu yang kadang tidak terlihat, tetapi dampaknya nyata. Tantangan terbesar yang kita hadapi adalah ketidakmauan korban untuk melapor, dengan berbagai alasan seperti rasa takut, malu, ketergantungan ekonomi, hingga tekanan sosial,” ujarnya.
Menurut Lian Octavia, melalui kegiatan ini GOW berharap para peserta memiliki pemahaman dan keberanian untuk bertindak jika menemukan indikasi kekerasan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. “Dengan sosialisasi ini, kita ingin memastikan bahwa jika ada kasus, kita tahu harus berbuat apa dan ke mana melapor. Para peserta juga diharapkan ikut menyosialisasikan pemahaman ini di organisasi dan lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I. Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi langkah pencegahan, bukan karena adanya kasus di internal peserta.
“Kita doakan tidak ada satu pun pengurus yang hadir di sini terlibat atau mengalami kasus KDRT. Tujuan kita adalah agar peserta menjadi suluh di tengah masyarakat, menyampaikan materi ini kepada anggota organisasi dan lingkungan tempat tinggalnya,” ungkap Candra.
Wabup juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang dan pendidikan anak sesuai dengan fase usia. Ia mengingatkan bahwa persoalan sosial seperti stunting tidak semata-mata disebabkan faktor ekonomi.
“Stunting bukan hanya persoalan kaya atau miskin, tetapi soal pola asuh dan pola hidup di dalam keluarga. Lingkungan yang aman dan bebas kekerasan sangat menentukan kualitas generasi kita ke depan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti di tingkat kabupaten, namun diperluas jangkauannya hingga ke kecamatan dan nagari-nagari agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.
Sebagai narasumber, Paryono, S.Pd, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sumatera Barat, memaparkan berbagai bentuk KDRT, mekanisme pelaporan, serta layanan perlindungan yang dapat diakses korban. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendeteksi dini dan memutus mata rantai kekerasan.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus GOW Kabupaten Solok serta perwakilan organisasi perempuan yang tergabung dalam GOW. Melalui sosialisasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa pencegahan KDRT adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari keluarga, diperkuat oleh komunitas, dan didukung oleh negara.



















































