- Pimpin Apel Pagi, Wabup Sampaikan Ucapan Belasungkawa Atas Berpulangnya Bupati Solok Periode 2016-2021 H. Gusmal, Dt. Rajo Lelo
- Wabup Solok Ajak ASN Maksimalkan Ibadah Ramadhan, Siapkan Program Umroh Gratis bagi Pegawai Berprestasi
- Tim Kementerian PUPR Lakukan Survei Kerusakan Fasilitas Umum di Kabupaten Solok, Pemkab Pastikan Data Akurat dan Siap Dampingi Lapangan
- Pesan Menkomdigi di HPN : Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
- Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro, Wujudkan Gerakan Solok Bersih
- Bupati Solok Salurkan Bantuan 1.000 Seragam Sekolah dan Peralatan Kerja Bersama PMI Sumbar dan PMI Kabupaten Solok untuk Korban Banjir di Junjung Sirih
- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
Bupati Solok hadiri Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah Kabupaten Solok

Keterangan Gambar : Bupati Solok hadiri Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah Kabupaten Solok
(Arosuka)-Kominfo. Bertempat di Hotel Daima Padang, Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM membuka secara resmi Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah, yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Rabu (09/10). Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumatera Barat Drs. Nurmatias, Ketua DPD ASITA Sumatera Barat H. Ian Hanafiah, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Nasripul Romika, S.Sos, Kabag KSD Sekretariat Daerah Devi Pribadi, S.Sos, Tenaga Ahli Bupati Solok Asep Ajidin, dan para Peserta Pemandu Wisata Sejarah Kabupaten Solok.
Nasripul Romika, S.Sos dalam sambutannya menyebutkan, tujuan dari dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Tata Kelola Manajemen Destinasi Wisata. Melalui pelatihan ini kompetensi pengelola destinasi pariwisata dan pelaku usaha pariwisata dapat ditingkatkan, termasuk juga pelaku dan pengelola objek sejarah. Nasripul menjelaskan, peserta akan memperoleh pelatihan secara intensif memiliki sehingga kemampuan Sapta Pesona dalam berinteraksi dan melayani tamu yang berkunjung ke tempat wisata sejarah. Diakhir laporannya Nasripul menyebutkan, peserta pemandu wisata sejarah ini sebanyak 40 orang, yang berasal dari para pengelola situs dan objek sejarah dan budaya di Kabupaten Solok. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, yakni dari tanggal 9 sampai 11 Oktober 2019.
Baca Lainnya :
- Kabupaten Solok Jadi Tuan Rumah Peringati Hari Kakao Indonesia (HKI)0
- Rapat Sosialisasi Persiapan TDS 2019 Digelar di Ruang Solok Nan Indah0
- Rapat Persiapan Pemilihan Wali Nagari Serentak Tahun 20190
- Bupati Lepas Peserta Event Jelajah 9 Puncak Dilam0
- Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Bupati Hadiri Malam Resepsi HUT RI ke-74 Tingkat Kecamatan Kubung.0
“Saya mengapresiasi para peserta pemandu wisata sejarah yang mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini sangat pantas dilaksanakan untuk mempromosikan objek wisata sejarah yang ada di Kabupaten Solok”, ungkap Bupati diawal sambutannya. Lebih lanjut Bupati menjelaskan, orientasi pengembangan pariwisata berbasis sejarah sangat menarik untuk dikembangkan, di satu sisi juga untuk memberikan dampak positif bagi penerimaan daerah dan di sisi lain memberikan manfaat bagi menumbuhkembangan industri kreatif. Bupati menilai, pentingnya pengelolaan objek wisata sejarah dengan cara memahami, mencintai dan menyayangi objek wisata sejarah tersebut , akan mampu menarik wisatawan agar mau datang ke tempat objek wisata sejarah dimaksud.
Bupati Solok saat Menyampaikan Sambutannya
Pada kesempatan yang sama Bupati juga menyebutkan bahwa, Kabupaten Solok memiliki ragam potensi sejarah dan budaya, yang apabila dikelola dengan baik akan menjadi daya tarik bagi pasar potensial pariwisata tingkat lokal maupun nasional. Objek wisata sejarah yang dimaksud antara lain seperti ; Mesjid Tuo Kayu Jao, Makam Dt. Parpatiah Nan Sabatang di Salayo, Rumah Gadang Pusako Tuo di Koto Sani, Makam Syech Muchsin dan Makam Syech Junjungan di Supayang, serta Balai Adat dan Tungku Nan Tigo di Koto Baru. Semua itu merupakan contoh beberapa situs budaya yang sudah dikenal masyarakat luar dan menarik untuk dikunjungi. Bupati meminta kepada Dinas Pariwisata untuk membuat sinopsis agar para wisatawan mengetahui sejarah dari tempat wisata tersebut. Bupati juga menghimbau kepada pemandu wisata sejarah dan pengelola, agar mampu mengetahui serta paham akan sejarah dari tempat wisata yang akan dipromosikan. (admin)



















































