- Pimpin Apel Pagi, Wabup Sampaikan Ucapan Belasungkawa Atas Berpulangnya Bupati Solok Periode 2016-2021 H. Gusmal, Dt. Rajo Lelo
- Wabup Solok Ajak ASN Maksimalkan Ibadah Ramadhan, Siapkan Program Umroh Gratis bagi Pegawai Berprestasi
- Tim Kementerian PUPR Lakukan Survei Kerusakan Fasilitas Umum di Kabupaten Solok, Pemkab Pastikan Data Akurat dan Siap Dampingi Lapangan
- Pesan Menkomdigi di HPN : Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
- Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro, Wujudkan Gerakan Solok Bersih
- Bupati Solok Salurkan Bantuan 1.000 Seragam Sekolah dan Peralatan Kerja Bersama PMI Sumbar dan PMI Kabupaten Solok untuk Korban Banjir di Junjung Sirih
- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
Wabup Solok H. Candra Canangkan Desa Cantik dan Tekankan Pentingnya Data Berkualitas untuk Pembangunan Solok

Arosuka (Diskominfo) — Di tengah upaya memperkuat tata kelola pembangunan daerah yang berbasis data, Wakil Bupati Solok, H. Candra membuka secara resmi kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pembinaan Statistik Sektoral, pencanangan “Desa Cantik” (Desa Cinta Statistik), serta Sosialisasi Standar Pelayanan Tahun 2025. Acara ini berlangsung hangat di Ruang Rapat Solok Nan Indah, Rabu (25/06/2025).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Plt.Kepala BPS Kabupaten Solok yang diwakili oleh Kasubag Umum Wisnu Wijayanto beserta jajaran panitia, Kepala Dinas Kominfo Teta Midra, para Kepala OPD se-Kabupaten Solok beserta penanggungjawab data statistik masing-masing OPD, dan Pj. Wali Nagari Batang Barus Banta Baransah.
Dalam sambutannya, Wabup Candra menekankan bahwa perubahan kebijakan tidak mungkin terjadi tanpa pondasi data yang kuat. “Tidak mungkin kita akan berubah kalau bekerja tanpa tanggungan. Dan tanggungan itu adalah data,” tegasnya memantik semangat peserta.
Wabup menjelaskan data adalah kunci untuk mengurai berbagai persoalan daerah secara sistematis. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga pengawasan pembangunan, semuanya harus berbasis data yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. “Setelah data lengkap, barulah kita menyusun perencanaan, melaksanakan program, mengevaluasi, lalu mengawasi. Terakhir, kita ukur hasilnya, apakah program-program itu benar-benar berdampak,” jelas Wabup.
Wabup juga menyinggung Perbup Nomor 27 Tahun 2021 tentang Satu Data Indonesia (SDI) tingkat Kabupaten Solok sebagai pedoman penting dalam mewujudkan tata kelola data yang terstandar. Ia menilai pembinaan statistik sektoral merupakan langkah konkrit untuk menjawab amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Sementara itu, Kasubag Umum BPS Kabupaten Solok, Wisnu Wijayanto, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral. Menurutnya, BPS tidak hanya bertugas menghimpun data, namun juga membina penyelenggaraan statistik sektoral di instansi pemerintah.
Pada tahun 2025 ini, BPS Kabupaten Solok juga melaksanakan kegiatan Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik. Untuk Kabupaten Solok, Nagari Batang Barus menjadi pilot project pelaksanaan Desa Cantik.
“Desa Cantik adalah salah satu inovasi untuk memperkuat peran nagari sebagai ujung tombak data pembangunan. Lewat program ini, desa dibina agar mampu mengelola data secara mandiri dan profesional,” terang Wisnu.
Program Desa Cantik hadir sebagai solusi atas lemahnya kapasitas pengelolaan data di tingkat nagari. Melalui pendampingan berkelanjutan, program ini melibatkan sinergi antara Dinas Kominfo, Bapelitbang, BPS, hingga pemerintah nagari agar prinsip Satu Data Indonesia benar-benar terwujud.



















































