- Pimpin Apel Pagi, Wabup Sampaikan Ucapan Belasungkawa Atas Berpulangnya Bupati Solok Periode 2016-2021 H. Gusmal, Dt. Rajo Lelo
- Wabup Solok Ajak ASN Maksimalkan Ibadah Ramadhan, Siapkan Program Umroh Gratis bagi Pegawai Berprestasi
- Tim Kementerian PUPR Lakukan Survei Kerusakan Fasilitas Umum di Kabupaten Solok, Pemkab Pastikan Data Akurat dan Siap Dampingi Lapangan
- Pesan Menkomdigi di HPN : Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
- Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro, Wujudkan Gerakan Solok Bersih
- Bupati Solok Salurkan Bantuan 1.000 Seragam Sekolah dan Peralatan Kerja Bersama PMI Sumbar dan PMI Kabupaten Solok untuk Korban Banjir di Junjung Sirih
- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
Seminar Nasional Kemenag Solok Madrasah Garda Terdepan Melawan Krisis Moral Generasi Muda
.jpeg)
Solok (Diskominfo) - Dalam upaya menjawab tantangan zaman dan dekadensi moral generasi muda, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok menggelar Seminar Nasional bertajuk "Addressing Future Challenges: The Role of Law, Morality, Culture, and Character Education in Shaping the Young Generation", Selasa (05/08/2025), di Solok Premiere Hotel.
Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, dan dihadiri ratusan peserta yang berasal dari kalangan pendidik, penyuluh agama, tokoh masyarakat, serta pejabat di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok Zulkifli menyoroti gejala krisis moral yang makin mengkhawatirkan di kalangan generasi muda. Ia menyebut fenomena ini sebagai peringatan keras bagi semua pihak, khususnya para pendidik dan tokoh agama.
"Dekadensi moral bukan isu belaka. Kita melihat sendiri bagaimana nilai-nilai agama dan adat mulai terpinggirkan oleh arus modernisasi yang tidak terkendali," ujar Zulkifli.
Ia mengajak seluruh ASN di jajaran Kemenag untuk menjadi pelopor dalam menghidupkan kembali nilai-nilai keagamaan dan budaya Minangkabau yang berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
Menurutnya, madrasah hari ini bukan lagi alternatif, melainkan pilihan utama untuk mencetak generasi unggul dalam ilmu pengetahuan dan ketakwaan (iptek dan imtaq).
Sementara itu Wabup H. Candra, dalam sambutannya mewakili Bupati Solok, menyampaikan apresiasi terhadap Kemenag atas inisiatif strategis ini. Ia menegaskan, membangun karakter generasi muda bukan hanya tugas satu institusi, tapi tanggung jawab semua pihak.
"Kita tidak bisa membiarkan penyakit masyarakat tumbuh subur di lingkungan kita. Baik penyalahgunaan narkotika, kekerasan, hingga penyimpangan perilaku seperti LGBT harus dilawan bersama," tegas Wabup H. Candra.
Ia berharap madrasah, pesantren, dan para penyuluh agama menjadi barisan terdepan dalam menjaga moral publik. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap berkolaborasi dalam mendorong capaian-capaian terbaik bidang pendidikan dan karakter.
Sebagai bagian dari acara, turut diluncurkan buku berjudul “Parangai Elok” karya H. Zulkifli, bersama tim. Buku ini memuat ajaran-ajaran akhlak mulia serta falsafah Sumbang Duo Baleh, yang selama ini menjadi warisan etika sosial masyarakat Minangkabau.
Seminar nasional ini tidak hanya menjadi ajang diskusi akademik, tetapi juga penegasan posisi strategis Kemenag dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.



















































