- Pimpin Apel Pagi, Wabup Sampaikan Ucapan Belasungkawa Atas Berpulangnya Bupati Solok Periode 2016-2021 H. Gusmal, Dt. Rajo Lelo
- Wabup Solok Ajak ASN Maksimalkan Ibadah Ramadhan, Siapkan Program Umroh Gratis bagi Pegawai Berprestasi
- Tim Kementerian PUPR Lakukan Survei Kerusakan Fasilitas Umum di Kabupaten Solok, Pemkab Pastikan Data Akurat dan Siap Dampingi Lapangan
- Pesan Menkomdigi di HPN : Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
- Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro, Wujudkan Gerakan Solok Bersih
- Bupati Solok Salurkan Bantuan 1.000 Seragam Sekolah dan Peralatan Kerja Bersama PMI Sumbar dan PMI Kabupaten Solok untuk Korban Banjir di Junjung Sirih
- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
Pemkab Solok yang Diwakili Wakil Bupati Solok Gelar Rakor Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat Bersama Ketua MUI Sumbar dan Seluruh OPD
.jpeg)
Koto Baru (Diskominfo) – Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit masyarakat, yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Solok H.Candra, bertempat di Aula Mesjid Agung Islamic Center pada Jum'at 09 Mei 2025. Rakor ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag, serta Staf Ahli Bupati, Asisten I Syahrial, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala KUA se Kabupaten Solok dan Ormas Agama se Kabupaten Solok, para penyuluh agama se-Kabupaten Solok.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi berbagai bentuk penyakit masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, perjudian, serta praktik-praktik yang bertentangan dengan norma agama dan budaya lokal.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga moral dan ketertiban sosial di Kabupaten Solok,” ujarnya.
Ketua MUI Sumatera Barat Buya Gusrizal dalam paparannya menekankan perlunya pendekatan dakwah yang menyentuh akar permasalahan sosial serta memperkuat ketahanan keluarga dan pendidikan karakter sejak dini.
Rakor ini menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, antara lain penguatan program penyuluhan berbasis nagari, peningkatan kapasitas penyuluh agama, serta penguatan peran OPD dalam mendukung kegiatan pencegahan berbasis masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen untuk terus mendorong langkah-langkah preventif dan responsif dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan religius.



















































