- Bupati Solok Serahkan Bantuan Dana Tunggu Hunian untuk 300 Korban Bencana
- Hujan Deras, Bupati Solok Turun Malam Pantau Sungai di Kecamatan Junjung Sirih dan Saning Baka
- Ketua TP PKK Kabupaten Solok Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Hidormeteorologi
- Berkat Kegigihan Bupati, Pemkab Solok Peroleh Anggaran Rp. 145 Miliar Untuk Perbaikan Sarana Air Bersih
- Pemkab Solok Hadiri Rapat Percepatan Penginputan Data Kebencanaan dan Penyusunan Dokumen R3P dengan Gubernur dan BNPB
- Pemkab Solok Percepat Penyusunan Dokumen R3P Pascabencana Hidrometeorologi
- Pemkab Solok Sambangi Pusdalops Provinsi Sumatera Barat, Ajukan Dokumen R3P Penanggulangan Bencana
- Solidaritas dari Jambi, Anggota DPRD Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Bencana di Solok
- Khitan Massal Gratis BSMI Sumbar, Sentuhan Kemanusiaan di Tengah Pemulihan Bencana Solok
- Bupati Solok Terima Bantuan untuk Korban Bencana dari Bupati Bengkulu Utara
Pemkab Solok Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Program 3 Juta Rumah
.jpeg)
Arosuka (Diskominfo) – Pemerintah Kabupaten Solok mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah, Senin (29/12/2025), bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok.
Rakor yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini dilaksanakan secara rutin dan digelar secara virtual, sebagai upaya memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga serta mendukung program strategis pemerintah strategis nasional di Bidang Perumahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Deni Prihatni, dan Bagian Perekonomian sebagai Sekretaris TPID, serta OPD terkait yang tergabung dalam TPID Kabupaten Solok.
Pemerintah Pusat menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi melalui langkah-langkah kongkrit, seperti menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok, stabilisasi harga, serta penguatan koordinas TPID. Selain itu dilakukan evaluasi terhadap dukungan pemerintah daerah, dalam pelaksanaan program 3 juta rumah guna memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat.
Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH), Kabupaten Solok pada Minggu ke-4 Desember 2025 mencatat angka 3,25. Kenaikan IPH tersebut dipengaruhi oleh beberapa komoditas utama, yakni cabai merah dengan kontribusi sebesar 1,6514, bawang merah sebesar 0,9988, dan beras sebesar 0,3253.
Meski mengalami kenaikan, angka IPH Kabupaten Solok masih berada pada kisaran indeks yang aman, yakni dalam rentang toleransi ±1 pada angka 2,5. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi di Kabupaten Solok masih terkendali dengan baik.
Sebagai perbandingan, IPH Provinsi Sumatera Barat tercatat sebesar 4,13, dengan IPH tertinggi berada di Kota Pariaman yang mencapai 7,46. Hal ini menempatkan Kabupaten Solok sebagai salah satu daerah dengan tingkat pengendalian harga yang relatif stabil di Sumatera Barat.
Staf Ahli Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan nasional baik dalam pengendalian inflasi maupun pelaksanaan program di bidang perumahan.
“Pemerintah Kabupaten Solok akan terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas inflasi dan memastikan ketersediaan dan pemenuhan bahan pokok bagi masyarakat. Dan juga mendukung program 3 juta rumah melalui upaya percepatan penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor, menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok, serta mendukung penuh pelaksanaan Program 3 Juta Rumah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.












.jpeg)









































