- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
- Rakor PKK dan Posyandu 2026 : Perkuat Sinergi Wujudkan Keluarga Sehat dan Berdaya di Kabupaten Solok
- Perolehan Tanah Ex HGU PT. Danau Diatas Makmur di Area Convention Hall Alahan Panjang
- Rapat Sosialisasi PPTPKH Tahun 2026
- Silaturahmi dengan Bank Nagari, Pemkab Solok Perkuat Sinergi Pembangunan dan Apresiasi Dukungan Penanganan Irigasi 6.000 Ha Sawah
- Pemerintah Kabupaten Solok Sambut Kedatangan Audiensi Yari – Eno School Finland Student Exchange
- Presiden Prabowo Tekankan Swasembada Pangan dan Energi dalam Rakornas Pusat-Daerah 2026
- Bupati Solok Hadiri Rakor Penanganan Pascabencana Sumbar, Dorong Percepatan Infrastruktur Permanen
Menuju World-Class Tourist Destination, Kabupaten Solok Perkuat Sinergi dengan Pemprov Sumbar

Padang (Diskominfo) - Kabupaten Solok diproyeksi menjadi destinasi wisata berkelas internasional (world-class tourist destination) melalui penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok. Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan strategis yang dipimpin Kepala Bappeda Provinsi Sumbar, Dr. Zefnihan, A.P., M.Si di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Jum’at (23/01/2026).
Dr. Zefnihan mengatakan bahwa pengembangan destinasi kelas dunia telah dirintis sejak 2013–2014, dan harus dibangun secara kolaboratif. “Kabupaten tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan provinsi. Sumbar dibangun untuk kabupaten dan kabupaten untuk Sumbar,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Solok H.Candra, S.H.I yang hadir mewakili Bupati, didampingi Kepala Bapelitbang Nafri dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Marcos Sophan beserta jajaran, menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Solok untuk menjadi destinasi wisata berkelas dunia, dengan fokus utama pada sektor pertanian dan pariwisata. Sekitar 56,2 persen masyarakat Solok berprofesi sebagai petani, sehingga penguatan sektor pertanian tetap menjadi fondasi pembangunan daerah.
"Pengembangan Gunung Talang menjadi salah satu prioritas. Kawasan ini memiliki panorama lima danau, jalur pendakian aman, serta potensi besar sebagai geopark. Pembangunan akses melalui Bukik Bulek direncanakan sebagai jalur mitigasi bencana sekaligus pembangkit ekonomi masyarakat", terang Wabup.
Selain itu, penyelesaian fly-over Sitinjau Lauik diharapkan meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Solok, didukung rencana pembangunan rest area representatif dan infrastruktur penunjang.
Pemerintah Kabupaten Solok berharap, melalui sinergi lintas sektor, daerah ini dapat menjadi geopark baru Sumatera Barat, sekaligus destinasi wisata berkelas internasional yang berkelanjutan.



















































