- Pimpin Apel Pagi, Wabup Sampaikan Ucapan Belasungkawa Atas Berpulangnya Bupati Solok Periode 2016-2021 H. Gusmal, Dt. Rajo Lelo
- Wabup Solok Ajak ASN Maksimalkan Ibadah Ramadhan, Siapkan Program Umroh Gratis bagi Pegawai Berprestasi
- Tim Kementerian PUPR Lakukan Survei Kerusakan Fasilitas Umum di Kabupaten Solok, Pemkab Pastikan Data Akurat dan Siap Dampingi Lapangan
- Pesan Menkomdigi di HPN : Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
- Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro, Wujudkan Gerakan Solok Bersih
- Bupati Solok Salurkan Bantuan 1.000 Seragam Sekolah dan Peralatan Kerja Bersama PMI Sumbar dan PMI Kabupaten Solok untuk Korban Banjir di Junjung Sirih
- Bupati Solok Dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Ikuti Event INACRAFT 2026
- Solok Campus Education Festival 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda, Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Solok Raya
- Plt. Kepala Disdukcapil Achmad Ilham Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Perekamanan KTP Elektronik
- Pemerintah Kabupaten Solok Perkuat Sinergi Melalui Rapat Koordinasi Bersama Kepala OPD
Kabupaten Solok memperingati Hari Guru Nasional ke-74 Tahun 2019
Keterangan Gambar : Kabupaten Solok memperingati Hari Guru Nasional ke-74 Tahun 2019
(Arosuka)-Kominfo. Bertempat di Gor Batu Batupang, Kepala Dinas Pendidikan Zulkisar, S,Pd, MM menghadiri Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-74 Tahun 2019, Sabtu (30/11). Turut hadir Camat Kubung Ahpi Gusta Tusri, Ketua PGRI Kabupaten Solok Asrinur, serta seluruh guru di Kabupaten Solok.
Baca Lainnya :
- Bupati Solok membuka secara resmi kegiatan Lomba SUBP di SMPN 6 Kubung0
- Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Publik Training dalam rangka mensukseskan SUBP di Kabupaten Solok0
- Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Wakil Bupati hadiri Turnamen Sepak Bola Antar SLTA se-Sumbar 0
- Disdikpora adakan Lomba SUBP Tingkat SD se-Kabupaten Solok0
- Bupati hadiri Acara Perayaan Ulang Tahun SMPN 3 Gunung Talang0
Zulkisar saat menyampaikan pidato Menteri Pendidikan, menyebutkan, tradisi Hari Guru selalu dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. “Pada hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke”, jelas Zulkisar.
Zulkisar menyampaikan bahwa saat ini para guru memiliki banyak tantangan dalam setiap tugasnnya. Tugas guru merupakan tugas termulia, sekaligus yang tersulit. Guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu guru habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. Guru tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Guru ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Saat ini banyak guru yang frustasi, karena guru tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal. Guru tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi. Guru ingin setiap murid terinspirasi, tetapi guru tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.
“Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada guru, perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia”, ujar Zulkisar memaparkan sambutan Menteri Pendidikan. Zulkisar menambahkan bahwa, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. “Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah, ambillah langkah pertama”, tegas Zulkisar.
Diakhir sambutannya Zulkisar meminta kepada guru untuk memulai perubahan mulai dari hal kecil, yang dimulai dari kelas, diantaranya ; mengajak anak berdiskusi bukan hanya mendengar, memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, menemukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, serta menawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.
“Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak”, jelas Zulkisar.
Kepala Dispora serahkan Penghargaan kepada Guru Berperstasi
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan menyerahkan piagam pengharggan kepada guru berprestasi yang ada di Kabupaten Solok. (admin)



















































