- Musrenbang Kecamatan Junjung Sirih 2025: Fokus pada Pembangunan Prioritas
- Gerak Cepat Pelayanan Publik, Bupati Solok Lantik Direktur RSUD Arosuka
- Rapat Koordinasi Digelar, Sekda Medison : Seluruh Jajaran OPD Sampai Ke Tingkat Nagari Loyal dan Dukung Penuh Visi Misi Kepala Daerah
- Bupati Dan Wakil Bupati Solok Kembali ke Solok Usai Retret Kepala Daerah di Malang
- Bupati dan Wakil Bupati Beserta Jajaran Pemda Kabupaten Solok Awali Bulan Ramadhan dengan Buka Puasa Bersama Masyarakat
- Dilanda Banjir, Respon Cepat Kab Solok Kirim Bantuan
- Call To Service Season 1: KIA Tertib, NISN Valid, Pemkab Solok Libatkan Guru SD dan TK
- Musda XIV KNPI Kabupaten Solok: Momentum Pemuda Mewujudkan Perubahan
- Pasca Dilantik, Wabup Solok Candra Pimpin Apel Gabungan Perdana Di Lingkungan Pemkab Solok
- RAPAT KOORDINASI PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK
Gelar Forum Konsultasi Publik (FKP) RKPD 2026, Pemkab Solok Fokus pada Transformasi Sektor Unggulan

(Arosuka)-Kominfo. Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Ruang Rapat Bukik Cambai Bapelitbang Kabupaten Solok, Rabu (12/02/2025). Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Medison, Asisten III Editiawarman, Kepala BPS Mukhlis, para Kepala OPD, para Camat, Kacabdin Pendidikan Wilayah III Riko Fernanda, Ketua Forum Anak, Ketua Forwana Kabupaten Solok Zofra Wandi, serta berbagai pemangku kepentingan dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam berbagai hal, Sekda Medison menekankan bahwa RKPD 2026 harus lebih rinci dan terstruktur agar sesuai dengan kebijakan nasional dan kondisi keuangan daerah. Ia mengingatkan bahwa alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) akan mengalami pemotongan sekitar Rp 77 miliar akibat kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat.
Baca Lainnya :
- Kunjungan Kerja dan Temu Ramah Wabup Jon Firman Pandu di Nagari Koto Sani0
- PELANTIKAN DAN PENGUKUHAN PEJABAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SOLOK0
- TPID Lakukan Monev Peningkatan ketersediaan dan Pasokan Pendukung Kegiatan Pengendalian Inflasi ke Kelompok Tani di Lembah Gumanti0
- International Handicraft Trade Fair Tahun 2025 Resmi Dibuka0
- Pemkab Solok Terima Kedatangan Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Barat0
“Pengurangan anggaran ini akan berdampak pada sektor perjalanan dinas, konsumsi rapat, BBM, lembur, dan alat tulis kantor. Namun, layanan publik tetap menjadi prioritas dan tidak akan terkena pemangkasan,” ujar Medison.
Ia juga menegaskan bahwa RKPD 2026 akan fokus pada pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, serta sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan UMKM. Pemerintah daerah akan menerapkan prinsip Money Follow Program, dimana anggaran hanya akan dialokasikan untuk program prioritas yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, kami optimis Solok dapat mencapai pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” tutup Medison.
Sementara itu Kepala Bapelitbang Desmalia Ramadanur memaparkan bahwa RKPD 2026 mengacu pada percepatan transformasi daerah melalui penguatan fondasi pembangunan. Namun, ia juga mengungkapkan beberapa tantangan yang masih menghadang, di antaranya : Tingkat kemiskinan yang mencapai 7,31% di atas target 6,81%, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,91%, masih di atas target 4,32%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 72,29, menunjukkan peningkatan dari target 71,00 serta pertumbuhan ekonomi 4,36%, lebih rendah dibandingkan beberapa daerah di Sumatera Barat.
“Ke depan, kita akan memperkuat sektor-sektor unggulan seperti pertanian berbasis teknologi, ekowisata, serta penguatan UMKM agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” jelas Desmalia.
Dalam RKPD tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Solok mengusung tema pembangunan “Perkuatan Fondasi Transformasi melalui Pengembangan Sektor Unggulan untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Beberapa strategi utama yang akan diterapkan meliputi transformasi digital pemerintahan dan layanan publik, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal melalui hilirisasi pertanian dan UMKM, pengurangan kegiatan seremonial dan optimalisasi anggaran serta fokus pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Dengan adanya penyesuaian anggaran dan kebijakan strategis yang lebih terarah, Pemerintah Kabupaten Solok optimis bahwa RKPD 2026 akan menjadi tonggak bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Forum ini diakhiri dengan pembahasan mendalam tentang rencana program prioritas yang akan diusulkan dalam RKPD 2026 yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapelitbang Desmalia Ramadanur. (admin)
