Arosuka - (Kominfo). Bupati Solok dalam hal ini di wakili Sekretaris Daerah Medison, S.Sos. M.Si menghadiri acara Sosialisasi Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi di Gedung Solok Nan Indah. Senin (08/08/2022)

Turut
mendampingi Kepala BPKP perwakilan Sumbar di wakili oleh koordinator pengawas
bidang investigasi Riandi Putra,
Inspektorat daerah Fidriati Ananda, S.E., Ak., Kepala OPD, Perencana Muda DI
lingkup pemerintah Kab. Solok
Fidriati
menyampaikan laporannya mengtakan kegiatan soisalisasi indeks efektivitas pengendalian
korupsi ini berdasarkan peraturan
pemerintah no. 60 tahun 2008 tentang unsur system pengendalian intern
pemerintah. Dengan tujuan agar peserta
dapat memahami pentingnya indeks
efektivitas pengendalian korupsi dan memahami langkah-langkah strategis untuk
peningkatan kapabilitas pencegahan resiko korupsi, penerapan strategi
pencegahan korupsi, dan penanganan kejadian korupsi.
Di
lanjutkan perwakilan BPKP wilayah sumbar, Korwas bidang investigasi Riandi
Putra, bahwa setelah hampir setahun menjabat, riandi mengungkapkan di tahun 2022 ini angka kerugian negara yang
di tangani justru meningkat.
Untuk
melakukan sebuah investigasi, BPKP meninta pihak kejaksaan dan Kepolisian untuk
pertama kali mengusut sebuah kasus. Stelah hasil sidang keluar, data pertama
itulah yang di pakai BPKP untuk melakukan investigasi lanjutan. “ Dan juga
apakah nanti juga di temukan Gratifikasi, Suap ataupun praktek KKN. Inilah
fungsi BPKP, untuk mengukur indeks dari pemerintah daerah, dan melhat apa saja
upaya dan tindakan yang telah di lakukan pemerintah daerah dan seluruh elemen
untuk pencegahan korupsi” uajr nya.
Sementara
itu Medison selaku sekretaris daerah, menyampaikan kepada Riandi, apa-apa yang
telah di sampaikannya sekilas merupakan sebuah peringatan kepada pemerintah
daerah. Karena memang sudah tuntutan semua di lakukan dan di kelola secara Transparan,
Efekti dan Efisien.
Lanjutnya,
medison mengatakan, Sumatera Barat mempunyai angka yang sebenarnya membanggakan
tetapi juga mengkhawatikan. “Data yang di ambil KPK, untuk Sumatera Barat score
yang telah di capai sudah di atas fungsional, untuk rata-rata fungsional nilai
nya 70, dan untuk Sumatera Barat score nya sudah mencapai 75” terang Medison.
Menyambung
hal itu, di tingkat Provinsi baik Kabupaten dan Kota, tingkat korupsi berada di
nomor 3 dari bawah. Di satu sisi data ini merupakan suatu kebanggaan, tetapi di
sisi lain, tidak boleh terjebak dengan data kumulatif.
Dalam
hal Medison menghimbau kepada penegak hukum, pengawasan kemudian bagaimana
setiap elemen, memperhatikan dengan seksama seluruh apa yang di lakukan. “Dokumen-dokumen
yang dulunya di kategorikan rahasia negara sekarang telah berubah menjadi
dokumen publik. Semua orang bisa menilai, mengukur terhadap apa yang di lakukan
pemerinah, Jika hal ini tidak di berikan kepada publik, Pemerintah bisa di
tuntut” Pungkasnya lagi
Dikatakannya
lagi tentu sudah saatnya dan tidak zaman lagi bekerja dengan sembrono. Medison
mengingatkan semua elemen harus meningkatkan Keteliatian, kewaspadaan dan
kepatuhan serta bekerja secara akuntabilitas tidak hanya secara
Responsibilitas. Kabupaten solok telah benar-benar berkomitmen dan bekerja
keras, dan di akhir tahun ini akan bekerja lebih keras lagi untuk mencapai
tingkat yang lebih tinggi (admin).