
(Arosuka) Kominfo. Usai
bersilaturahmi dengan masyarakat, Bupati Solok H. Epyardi Asda, M.Mar bersama
rombongan meninjau langsung Pondok Pesantren M. Natsir yang juga berada di
Alahan Panjang, Rabu (16/06). Kedatangan Bupati didampingi oleh Wakil Ketua
DPRD Ivoni Munir, Wakapolres Solok Arosuka Kompol Yuswawi, SH, Kepala Kemenag
Drs. Alizar Chan, M, Ag, Camat Lembah Gumanti Zaitul Ikhlas, Kepala Bagian Kesra
Ahpi Gusta Tusri, S.STP, M.Si, Kepala Bagian Pemerintahan Syahrial, DP3AP2KB
Propinsi Sumbar diwakili Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Desra
Elina, Anggota DPRD Kabupaten Solok
Hafni Hafiz, Arlon Sutan Sati, Etra Nedi, Mukhnaldi, Firman Syukri, dan
Efdizal, serta Wali Nagari Alahan Panjang Zulkarnaini.
Peninjauan ini dilakukan
pasca maraknya berita mengenai tindakan asusila/ pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum pembina asrama
kepada anak didik/santri yang berada di Pondok Pesantren M. Natsir tersebut.
Bupati Solok meninjau kondisi asrama santri baik asrama perempuan maupun asrama
laki-laki. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi asrama untuk
perempuan dan laki-laki dipisahkan sebagaimana mestinya. Selain itu Bupati juga
meminta keterangan Pimpinan Pondok Pesantren serta masyarakat sekitar, tentang
bagaimana kronologi peristiwa tindakan asusila ini terjadi. Sebelumnya, dari
hasil gelar perkara yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian Resort
Polres Arosuka, oknum pembina asrama yang berinisial MS (29) telah ditetapkan
sebagai tersangka kasus perbuatan asusila. Bupati juga melakukan peninjauan ke
rumah warga yang anaknya menjadi korban tindak asusila tersebut. Sesampainya di
rumah warga tersebut, orang tua korban tak kuasa menahan air mata dan menyampaikan kronologi kejadian yang menimpa
anaknya kepada Bupati. Dia berharap agar oknum yang melakukan tindakan asusila
tersebut, ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Menyikapi kejadian
tersebut, Bupati meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berbuat
anarkis karena negara ini adalah negara hukum, biarkan pihak yang berwenang
melakukan kewajibannya dan memproses oknum tersebut sesuai dengan hukum yang
berlaku. Selain itu Bupati juga meminta kepada masyarakat, untuk tidak mengucilkan
bahkan membully para santri yang menjadi korban tersebut, karena mereka
merupakan anak-anak di bawah umur yang masih membutuhkan perhatian dan
bimbingan. Kejadian ini merupakan peristiwa yang tak pernah terbayangkan akan
terjadi sebelumnya. Bupati juga memerintahkan kepada dinas terkait, untuk
memberikan pembinaan khusus terhadap pemulihan psikologis anak agar nantinya
tidak berdampak serta berpengaruh buruk kepada perkembangan anak dimasa depan.
“Jangan dibiarkan saja karena alasan malu, kalau memang kondisi sang anak
mengalami gangguan psikologis. Karena jika gangguan itu tak segera diatasi,
dikhawatirkan akan berpengaruh kepada perkembangan anak itu sendiri
kedepannya,” ungkap Bupati. Lebih lanjut Bupati juga menghimbau Dinas Kesehatan
juga harus memberikan perhatian serta pelayanan yang serius terhadap anak-anak
yang menjadi korban. “Tolong berikan perhatian serta pelayanan yang serius
kepada masyarakat saya, jika nanti terkendala kalau masyarakat belum terdaftar
di BPJS, diluar kedinasan saya akan atasi nanti secara pribadi. Saya siap
membantu,” tegas Bupati. Selain itu Bupati juga berharap kepada pihak
kepolisian untuk dapat segera menemukan dan menangkap tersangka yang saat ini
masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selain itu pihak DP3AP2KB
juga telah melakukan pembimbingan psikologis untuk memulihkan kembali
psikologis para korban. Pihaknya akan memberikan bimbingan psikologis terhadap korban
melalui metode yang nantinya akan bisa untuk memulihkan kembali mental
anak-anak dari keterpurukan sehingga bisa untuk bermain dan bergaul seperti
sedia kala. “Kami akan memantau perkembangan anak setiap saat, sehingga mental
dari anak-anak akan kembali dan betul-betul pulih untuk menjadi pribadi yang
baik” ujar Desra Elina. Di akhir kunjungannya Bupati memberikan bantuan
langsung berupa uang tunai kepada para korban, dan akan menyekolahkan kembali para
korban di pesantren miliknya yang ada di Singkarak. (admin)