(Arosuka) - Kominfo. Bupati Solok H. Epyardi Asda Dt Sutan Majo Lelo, M.Mar beserta rombongan melakukan kegiatan Launching Excavator dan sekaligus Temu Ramah dengan Masyarakat Nagari Bukik Kanduang, Kamis, (01/09/2022).
.jpeg)
Turut
menghadiri Anggota DPRD Kab. Solok, Dian Angraini, Askor Bidang Ekonomi
Pembangunan, Drs. Syahrial, M.M, Kepala OPD, Kadis kominfo, Teta Midra, Kadis
pendidikan, Zainal Jusmar, Kadis sosial, Syoufitri, Kepala BKD, Indra Gusnady,
Kadis kesehatan, Zulhendri, Kadis DPMN, Romi Hendrawan,Kasat Pol-PP dan Damkar,
Elafki, Camat X Koto Diatas, Riswandi Bahauddin, Forkopincam Kecamatan X Koto
Diatas, Wali Nagari Bukik Kanduang, Asriyandi beserta jajaran, Wali nagari,
ketua BPN, Ketua KAN se Kecamatan X Koto
Diatas, Niniak mamak alim ulama, cadiak pandai, masyarakat Bukik kanduang.
Dalam
sambutannya Wali Nagari Bukik Kanduang menyampaikan bahwa jalan usaha tani yang di buka adalah dari
jorong Pato Pinang ke jorong Sawah kasiek, yang bertujuan untuk membuka lahan tidur menjadi
jalan produktif terutama pertanian. Untuk itu semua unsur Nagari sepakat menyerahkan
tanah guna pembukaan jalan sepanjang 3 Km, Dan yang
baru dibuka tahun ini sekitar 1, 8 Km.
Untuk
mewujudkan semua itu Asriyandi selaku Wali Nagari juga bekerja sama dengan
niniak mamak untuk pembebasan lahan, agar nanti Pemda bisa menggunakan itu
untuk pembuatan jalan usaha tani di Bukik Kanduang. “Kita juga berharap
diberikannya Rel kereta api, guna pembuatan jembatan nantinya. selanjutnya
nanti kita akan membuka jalan penghubung
untuk nagari Bukit Kandung dan Nagari Katialo.” Ucapnya.
Pada
kesempatan itu juga ia menyampaikan aspirasi masyarakat mengenai adanya kendala
air dalam lahan pertanian yang saat kini masih kerap dirasakan, dan harapan
mengenai jalan dari Sulit Air supaya di aspal Hotmix.
Bupati
Solok Epyardi Asda, dalam arahannya menyampaikan 800 juta dianggarkan untuk
pembangunan Nagari Bukik Kanduang dan berharap semua itu akan dapat memberikan manfaat bagi
masyarakat. “Dengan harga excavator 1,7
milyar bisa tahan selama puluhan tahun. Bisa membangun jalan usaha tani akan lebih
panjang. Coba jika kita Tenderkan, kira-kira berapa kilo yang bisa kita bangun.
Prinsip yang harus dipegang adalah sadanciang bak basi, saciok bak ayam."
Tutur Epyardi.
Menyambung
hal itu, merespon keluhan masyarakat nagari mengenai sulitnya saluran pertanian
yang tengah dirasakan masyarakat, maka Epyardi Asda mengharapkan agar bisa
membuat saluran air untuk pertanian. Sementara untuk permintaan pencoran jalan Sulit
Air ke Bukik Kanduang untuk dihotmix pengakan akan dilakukan pada tahun 2023. “Dalam potensi pertanian maka kita minta Wali
Nagari untuk mendata kebutuhan bibit untuk pertanian, dan usulkan ke dinas
pertanian” ujar nya lagi
Pada kesempatan tersebut Epyardi memberikan
bantuan sebanyak 10 juta rupiah untuk Mushalla Darussalam di Bukik Kanduang,
Ujarnya. ( Admin )