(Arosuka)-Solok. Bupati Solok Epyradi Asda mengikuti kegiatan Video Conferensi (Vidcon) Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) penguatan, pembinaan, pengawasan, dan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kab. Solok pada Kamis (08/09/22).

Ikut mendampingi Bupati Solok Sekretaris Daerah Medison, S.Sos, M.Si, Asisten II Drs. Syahrial, MM, OPD Terkait.
Wakil
Ketua KPK Alexander Marwata dalam arahannya mengatakan dari 564 BUMD sebanyak
339 BUMD atau sekitar 60% belum memiliki Izin Satuan Pengawas Internal (SPI). Untuk
itu ia mengimbau kepada seluruh kepala
daerah agar dapat memperhatikan BUMD di daerahnya agar selalu diawasi dengan
baik sehingga dapat memberikan manfaat bagi keuangan Daerah masing-masing.
Pengawasan
pemerintahan daerah demi terselenggaranya tata kelola BUMD mempunyai fungsi
perumusan penetapan dan pelaksanaan sistem pengelolaan yang mengarahkan dan
mengendalikan perusahaan atau menghasilkan pemanfaatan ekonomi yang berkesinambungan.
“Saya berharap BUMD yang akan dikembangkan kedepannya itu lebih berbasis pada peningkatan
potensi daerah sehingga dapat memberikan keuntungan bagi keuangan Daerah”. Ucap
dia
Dikataknnya
lagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sepatutnya memegang peranan penting dalam
pembangunan daerah karena menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah
(PAD) disamping Pajak dan Retribusi.
Namun,
realitanya BUMD kerap disalahgunakan oleh Segelintir Pihak demi melanggengkan
kekuasaan dan kepentingan pribadi. Sehingga perlu perbaikan tata kelola untuk
memaksimalkan peran BUMD dan mencegah terjadinya penyalahgunaan fungsinya.
Salah
satu aksi pencegahan korupsi yang didorong oleh Stranas PK adalah penguatan
Aparatur Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) termasuk mendorong penguatan
Satuan Pengawas Internal (SPI) di BUMD.
Kegiatan ini dilakukan secara zoom dan
kegiatan offline di Gedung Merah Putih KPK, dihadiri secara langsung oleh Wakil
Ketua KPK Alexander Marwata, Mendagri diwakili Irjen Kemendagri Tomsi Tohir,
Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, Deputi Pencegahan dan Monitoring
KPK Pahala Nainggola, serta diikuti secara zoom oleh seluruh Kepala Daerah di
Indonesia.