(Arosuka)-Kominfo. Bertempat di ruang Solok Nan Indah, Bupati Solok diwakili oleh Asisten Koordinator Bidang Ekbangkesra Medison S.Sos, M.Si membuka secara resmi sosialisasi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) rawan bencana Kabupaten Solok bagi aparatur kecamatan dan nagari, dengan tema “Melalui peningkatan kapasitas aparat, kita tingkatkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, untuk pengurangan resiko bencana di Kabupatan Solok.” Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Armen AP, dan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mulfadri beserta para peserta, Senin (04/08/21).
Dalam
laporannya Mulfadri selaku Ketua Panitia mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan
ini adalah dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan kecamatan dan nagari,
dalam penanggulangan bencana, serta pembinaan terhadap aparatur kecamatan dan
nagari dalam upaya pengurangan resiko bencana. Selain itu juga meningkatkan kelembagaan
sesama aparatur kecamatan dan nagari, melalui sosialisasi dan sharing pengetahuan yang
dibimbing oleh fasilitator sekaligus peningkatan kemampuan aparat tentang penanggulangan
bencana. Lebih lanjut Muladri
mengajak untuk memberdayakan kelompok siaga nagari yang telah terbentuk pada
setiap nagari. Adapun peserta
yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 79 orang
yang berasal dari aparatur
kecamatan dan nagari se-Kabupaten Solok.
Medison
dalam sambutannya mengatakan, ada tiga bencana yang hamper selalu dihadapi setiap
tahunnya, yaitu banjir, longsor dan angin puting beliung. Dalam Undang-Undang Nomor
24 tahun 2007 tertera bahwa pemerintah pusat dan daerah,
menjadi penanggungjawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.”Kegiatan kita pada
hari ini sangat relevan dengan situasi yang terjadi sekarang, khususnya di
pemerintahan
terkait pandemi Covid 19. Dampak dari situasi
hari ini, APBD/APB-Nagari tergerus untuk penanganan pandemi covid-19,
sehingga banyak pembangunan infrastruktur yang tertunda. Hal ini menjadi tugas dari aparatur nagari, untuk dapat memberikan pemahaman kepada
masyarakat agar paham dengan kondisi tersebut” ungkap Medison.
Kemudian untuk mendukung program Kabupaten Solok tangguh bencana, Pemerintah Kabupaten Solok sudah menganggarkan pengadaan alat berat. “Kita sudah punya yang namanya Kelompok siaga bencana (KSB) di nagari, oleh karena itu mari kita semua bekerja sama dalam penanggulangan bencana di daerah kita ini” ucapnya mengakhiri. (admin)